Jangan Teriak Merdeka Malu Kita!!

OPINI, POLITIK34 Views

Jurnalmetropol, Jakarta – Negeri ini masih dicekik ribuan triliun hutang berbunga haram. Jika negeri ini telah mampu melunasi hutang itu…Silahkan teriak merdeka! Jika belum mampu, lebih baik diam dan berfikir, malu kita ..

Banyak anak negeri yang hanya jadi babu di negeri orang. Mereka, seringkali disiksa dan dianiaya.

Jika negeri ini belum mampu memulangkan mereka Memberi pekerjaan layak dan mensejahterakan Jangan teriak merdeka !

Lebih baik diam dan berfikir Malu kita Negeri katulistiwa ini dihampari kekayaan alam yang luar biasa Namun dikelola oleh orang lain.

Rakyat hampir tak menikmatinya Jika kekayaan alam ini belum bisa dikuasai negara, Jangan teriak merdeka !Lebih baik diam dan berfikir, Malu kita

Kemiskinan dan pengangguran semakin meluas Terasa berat untuk bisa hidup layak, Bahkan harga-harga terus merangkak naik Ditambah pajak yang kian mencekik, Jika masih meluas kemiskinan Jangan teriak merdeka! Lebih baik diam dan berfikir, Malu kita.

Anak negeri tengah terjerembab watak amoral, Narkoba merajalela, Seks bebas liar menyasar siapa saja, Pornoaksi dan pornografi makin menggila, Jika anak bangsa masih amoral, Jangan teriak merdeka !Lebih baik diam dan berfikir, Malu kita.

Demokrasi korporasi mencengkran negeri ini, Keuangan yang maha kuasa, Korupsi menjadi budaya, Kolusi makin menganga, Kerugian uang rakyat tak terkira, Jika perilaku ini masih mewarnai bangsa, Jangan teriak merdeka! Lebih baik diam dan berfikir, Malu kita.

Luas negeri ini dipenuhi potensi sumber daya, Namun garam masih impor, Namun singkong masih impor, Jika negeri ini belum mandiri Memenuhi kebutuhan bangsanya sendiri. Jangan teriak merdeka! Lebih baik diam dan berfikir, Malu kita.

Luas negara ini jutaan hektar, Namun lebih dari setengah dikuasai asing Hingga rakyat tak lagi punya lahan luas. Berdesak-desakan di tanah yang sempit.

Jika tanah negara belum mampu direbut kembali, Jangan teriak merdeka! Lebih baik diam dan berfikir, Malu kita.

Malu kita Tak berdaya, Tak Kuasa Lumpuh di ketiak penjajah..Malu Kita…Malu Kita..

Oleh: Taufik Ismail