Pangkostrad Hadiri Peninjauan Latihan Operasi Terintegrasi TNI 2026 di Kepri

Jurnalmetropol, Dabo Singkep – Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Mohammad Fadjar, MPICT., menghadiri peninjauan Latihan Operasi Terintegrasi TNI Tahun 2026 yang dipimpin Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, pada 4–5 Agustus 2026.

Latihan yang melibatkan 12.987 personel dari tiga matra TNI ini bertujuan meningkatkan kesiapan operasional, memperkuat interoperabilitas antarmatra, serta mengoptimalkan kemampuan komando dan pengendalian dalam menghadapi berbagai ancaman.

Peninjauan turut dihadiri Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, serta pejabat tinggi TNI lainnya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penganugerahan Warga Kehormatan Korps Marinir TNI AL kepada Menteri Pertahanan RI, Wakil Panglima TNI, Ketua Komisi I DPR RI, Kasad dan Kasau yang dipimpin Kasal selaku Inspektur Upacara, didampingi Panglima Korps Marinir Letnan Jenderal TNI Endi Supardi.

Selain diangkat sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir, para pejabat tersebut juga menerima Brevet Kehormatan Anti Teror Aspek Laut, Brevet Kehormatan Intai Amfibi, dan Brevet Kehormatan Komando Korps Marinir sebagai bentuk penghargaan atas dukungan terhadap penguatan kemampuan dan profesionalisme Korps Marinir.

Menteri Pertahanan menegaskan bahwa hasil latihan membuktikan kesiapan TNI dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sekaligus mengapresiasi pemanfaatan teknologi modern seperti drone kamikaze dan kapal permukaan tanpa awak (USV) dalam latihan.

Kehadiran Pangkostrad menjadi wujud dukungan terhadap keberhasilan Latihan Operasi Terintegrasi TNI Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kesiapan operasional, interoperabilitas antarmatra, dan profesionalisme prajurit TNI dalam menghadapi tantangan tugas pertahanan di masa depan.

(Penkostrad/red)