Jurnalmetropol, Bogor – TNI Angkatan Udara terus memperkuat interoperabilitas dan sinergitas antarmatra TNI dalam mendukung pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), melalui latihan Shipboard Operation (SBO) yang melibatkan dua helikopter H225M Caracal dari Skadron Udara 8 dengan KRI Sriwijaya-100, pada Sabtu (7/11/2026).
Latihan tersebut dipimpin oleh Asops Kasau Marsda TNI Dr. Jorry S. Koloay, S.I.P., M.Han., didampingi Komandan Grup 2 Heli Marsma TNI A. F. Picaulima, S.Sos.
Skenario latihan dirancang untuk menguji kemampuan awak helikopter dalam melaksanakan operasi terpadu unsur udara dan laut, termasuk pemanfaatan kapal perang sebagai bagian dari dukungan operasi.
Rangkaian latihan diawali dengan penerbangan dua helikopter Caracal dari Lanud Atang Sendjaja (ATS), Bogor, menuju KRI Sriwijaya-100 yang berperan sebagai pusat komando operasi.
Dari kapal perang tersebut, kedua helikopter melanjutkan penerbangan menuju Koarmada I untuk melaksanakan pemasangan Bambi Bucket sebagai perangkat pendukung pemadaman kebakaran dari udara.
Selanjutnya, helikopter bergerak menuju Danau Sunter untuk melaksanakan water loading atau pengisian air, sebelum melakukan water release di Pulau Edam.
Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian dari skenario latihan untuk menguji kemampuan awak dalam melaksanakan prosedur operasi pemadaman karhutla, mulai dari persiapan peralatan, pengisian air, hingga pelepasan air di area sasaran.
Melalui latihan ini, interoperabilitas antarmatra tidak hanya diwujudkan melalui koordinasi pergerakan unsur udara dan laut, tetapi juga melalui kesamaan prosedur, komunikasi, serta kemampuan bekerja secara terpadu dalam mendukung keberhasilan misi.
Keterlibatan KRI Sriwijaya-100 bersama unsur TNI AU dan TNI AL menjadi gambaran pentingnya kolaborasi lintas matra dalam menghadapi berbagai tantangan operasi, termasuk penanggulangan bencana yang membutuhkan respons cepat, terkoordinasi, dan efektif.
Latihan ini sekaligus menegaskan komitmen TNI AU untuk terus meningkatkan kesiapan alutsista, kemampuan personel, serta interoperabilitas dengan matra lain guna mendukung pelaksanaan tugas OMSP dan mewujudkan kekuatan TNI yang profesional, adaptif, dan tangguh.
Sumber: Dispenau













