Jurnalmetropol, Jember – Dugaan Penggelapan dana BUMDes untuk Desa Darsono Bikin bertanya-tanya masyarakat Darsono Kususnya wilayah Gading.
Dana ratusan juta rupiah yang semestinya digunakan untuk pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat desa justru diduga kuat dijadikan bancakan oleh oknum aparat pemerintah desa, khususnya Kepala kampung Desa Daraono, Alih-alih meningkatkan ekonomi warga, anggaran tersebut malah disinyalir diselewengkan.
Ironisnya, ketika para jurnalis gencar menyoroti dan memberitakan kasus ini, Kepala Desa Darsono justru santai saja seperti tidak terjadi apa apa. bersangkutan tidak lagi bisa dikonfirmasi.
Sejumlah wartawan mengaku pesan mereka tidak pernah dibalas dan diduga kuat Holik alergi dengan wartawan.
Salah satu narasumber yang tidak mau disebutkan namanya mengecam keras sikap Kepala Desa Darsono yang dinilainya pengecut dan tidak pantas menjadi aparatur pemerintah.
Menurutnya, pejabat publik yang dibiayai uang rakyat melalui APBDes wajib terbuka dan siap diawasi.
”Jika kepala desa tidak mau dikonfirmasi lalu bagaimana tugas kontrol sosial para media, apakah diabaikan,”tegasnya.
Lanjut Warga Gading Desa Darsono menambahkan, bila Kepala Desa Darsono merasa tidak bersalah, tidak ada alasan untuk menghindari wartawan.
”justru menunjukkan ada yang disembunyikan. Itu pertanda tata kelola pemerintahan desa yang bobrok. Jika tidak siap dikritik, lebih baik mundur dari jabatan Mas,”ujarnya.
Yang lebih mencuat ketua BUMDES sulit ditemui atau dikonfirmasi, menimbulkan pertanyaan keras terhadap masyarakat seolah olah tidak ada yang tau masalah BIMDes
Warga berharap kejelasan segera muncul dan dana yang hilang bisa dipertanggungjawabkan.
Menanggapi berbagai dugaan tersebut, sejumlah warga sekitar berharap adanya pemeriksaan menyeluruh oleh Inspektorat Kabupaten Jember untuk mengaudit pengelolaan keuangan desa, termasuk dana BUMDes.
Warga menekankan pentingnya penanganan secara transparan, objektif, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan guna menjaga kepercayaan publik terhadap tata kelola keuangan desa.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Holik tidak dapat dihubungi.
Fakta bahwa sejumlah wartawan yang intens memberitakan kasus BUMDes, semakin menguatkan dugaan bahwa sengaja membungkam pers dengan mengabaikan pesan tersebut.
Salah satu warga Gading pun Bertanya tanya juga “saat ditanyakan wartawan mengenai Dana BUMDes ” Ia mas katanya pak kades dana BUMDes itu dibelikan sapi tapi salinya gak ada hanya tinggal Kandang saja,”katanya.
Lanjut narasumber yang gak mau disebut namanya, mengatakan bahwa kalau memang ada sapinya yang jelas ada di kandangnya tapi ini tidak ada dan salah satu desa sebelah seperti Arjasa ada bentuk fisik seperti pembangunan BUMDes dibikin Tempat wisata kolam renang sehingga warga Arjasa menikmati adanya Tempat wisata. * (Sumber/An)







