Jurnalmetropol.com, Jakarta — Ketua Umum Romsis, Hj Andi Idha Nursanti, turut menghadiri pemutaran film Badik yang digelar nobar di bioskop Blok M Square di Jakarta Selatan, pada Kamis siang (30/10/2025).
Kehadirannya menjadi bentuk dukungan nyata terhadap karya anak bangsa yang mengangkat nilai budaya film Badik hasil karya budaya Sulawesi Selatan Dimana dikenal Badik adalah benda pusaka dari Sulawesi Selatan atau tanah Bugis Makassar.
Adapun dan pesan moral melalui dunia perfilman Indonesia dari Sulawesi Selatan adalah mengangkat seni budaya Sulawesi Selatan atau tanah Bugis Makassar dimana seluruh wilayah di Indonesia dipenuhi perantauan di pesisir pantai yang ada dari Sabang sampai Merauke.
Perantauan orang Bugis Makassar meninggalkan kampung halamannya memegang prinsip ada tiga yaitu: ujung badik, ujung mulut dan ujung kemaluan.
Tiga prinsip ini sejak dulu dari para orang tua mereka yang masih keturunan orang Bugis Makassar memegang teguh prinsip ini. Seni dan budaya Bugis-Makassar, FIlm “Badik” adalah senjata khas Bugis Makassar Sulawesi Selatan.
Filosofi orang Bugis Makassar adalah “tiga ujung” yaitu: ujung badik, ujung mulut dan ujung kemaluan. Dan ini mengandung unsur sangat sensitif bagi orang Bugis Makassar.
Makna Filosofis bagi orang Bugis Makassar ini sangat dijunjung tinggi bagi perantauan untuk orang-orang terutama bagi Bugis Makassar “Satu Ujung Badik, Dua Ujung Mulut, Tiga Ujung Kehormatan” adalah menjujung tinggi kehormatan kita sebagai suku Bugis Makassar.
Satu ujung badik melambangkan keberanian dan tanggung jawab dalam menjaga diri serta kehormatan. Dua ujung mulut menggambarkan pentingnya menjaga ucapan agar tidak melukai orang lain.
Tiga ujung kehormatan menandakan harga diri dan kesucian yang harus dijaga, baik bagi laki-laki maupun perempuan.
Secara keseluruhan, pepatah ini mengajarkan agar seseorang berhati-hati dalam bertindak, berkata dan menjaga martabat diri.
Dalam kesempatan tersebut, Hj Andi Idha Nursanti mengapresiasi para sineas dan kru film Badik yang telah berupaya menghadirkan tontonan berkualitas dengan nuansa kearifan lokal.
“Film Badik ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang keberanian, persaudaraan, dan nilai-nilai budaya yang harus kita lestarikan,”ujar Andi Idha dalam keterangannya.
Menurutnya, karya seperti ini perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak agar perfilman nasional semakin berkembang dan mampu bersaing di tingkat internasional.
“Saya berharap generasi muda Indonesia semakin bangga terhadap budaya sendiri dan terus berkreasi melalui film-film inspiratif seperti ini,”tambahnya.
Suasana pemutaran film berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Sejumlah tokoh masyarakat, komunitas pecinta film, serta tamu undangan lainnya turut hadir untuk menikmati karya yang mengangkat kearifan lokal tersebut.(red)







