Pendampingan Komoditas Tebu TNI AU Sumbang 45,05 Persen Target Gula Nasional 2026

Jurnalmetropol, Malang – Pendampingan komoditas tebu yang dilaksanakan TNI Angkatan Udara pada musim panen tahun 2026 berpotensi menyumbang 45,05 persen terhadap target produksi gula nasional.

Pendampingan tersebut mencakup lahan seluas 236.048 hektare dengan potensi produksi mencapai 18,386 juta ton tebu atau setara 1,36 juta ton gula, sebagai kontribusi nyata TNI AU dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional.

Capaian tersebut menjadi bagian dari Panen Raya dalam rangka TNI mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, pada Jum’at (17/7/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M.

Dalam arahannya, Presiden RI menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Panen Raya TNI Terintegrasi yang digelar serentak di 43 titik di seluruh Indonesia.

Menurut Presiden Prabowo, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang membutuhkan keterlibatan seluruh komponen bangsa.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa. Saya sangat menghargai semangat persatuan, kolaborasi, dan gotong royong dari seluruh komponen bangsa,”ujar Presiden dalam pernyataannya.

Presiden juga menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam mendukung ketahanan pangan mencerminkan jati diri TNI yang selalu hadir bersama rakyat dalam mengatasi berbagai tantangan bangsa.

“TNI bukan hanya penjaga pertahanan negara, tetapi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat Indonesia. TNI adalah anak kandung rakyat, TNI harus selalu bersama rakyat, di tengah-tengah rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI,” tegas Presiden.

Dalam laporannya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa pendampingan ketahanan pangan dilaksanakan secara terpadu sesuai arahan Presiden, dengan pembagian peran TNI Angkatan Udara pada komoditas tebu, TNI Angkatan Laut pada komoditas kedelai, dan TNI Angkatan Darat pada komoditas padi.

Pada komoditas tebu, TNI AU bersinergi dengan Sinergi Gula Nusantara, sektor swasta, serta asosiasi petani untuk mendukung peningkatan produksi gula nasional. Di Lanud Abdulrachman Saleh, luas lahan siap panen mencapai 800,5 hektare dengan estimasi hasil 72.045 ton tebu.

Pendampingan tersebut juga mendorong pengembangan hilirisasi tebu yang menghasilkan molase, bioetanol untuk kebutuhan industri maupun farmasi, pupuk organik, serta berbagai produk turunan lain yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Pada kesempatan itu turut ditampilkan visualisasi penggunaan bahan bakar hasil hilirisasi tebu pada kendaraan bermotor trail sebagai gambaran pemanfaatan produk hilirisasi tebu.

Selain memimpin panen raya serentak, Presiden RI juga meninjau sejumlah stan yang menampilkan program-program unggulan TNI serta berbagai inisiatif hilirisasi yang mendukung peningkatan nilai tambah sektor pertanian dan industri nasional.

Panen raya dilaksanakan secara serentak melalui konferensi video di 43 titik, terdiri atas 31 titik TNI AD, 4 titik TNI AL, dan 8 titik TNI AU, yaitu Lanud Pangeran M. Bun Yamin di Lampung, Lanud Iswahjudi di Magetan, Lanud Adisutjipto di Bantul, Lanud Adi Soemarmo di Boyolali, Lanud Sultan Hasanuddin di Takalar, Lanud Muljono di Pasuruan, Lanud Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, serta Lanud Sugiri Sukani di Majalengka.

Melalui pendampingan komoditas tebu yang terintegrasi dengan berbagai pemangku kepentingan, TNI AU terus mendukung peningkatan produksi gula nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan nasional. (red)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *