Revitalisasi Sekolah tak Pengaruhi Proses Belajar Mengajar di SDN Tegalrejo 01

PENDIDIKAN70 Views

Keterangan Foto Sampul: SDN Tegalrejo 01 mendapatkan bantuan dalam program revitalisasi sekolah 2026 (foto: Sigit Priyono/Jurnalmetropol.id)

Jurnalmetropol, Jember –Pembangunan rehab gedung SDN Tegalrejo 01 tidak mempengaruhi proses belajar mengajar. Murid-murid terus melakukan aktivitas belajar sesuai jadwal.

SDN Tegalrejo 01 berlokasi di pinggir jalan nasional antara Jember ke Banyuwangi, tepatnya di Desa Tegalrejo Kecamatan Mayang Kabupaten Jember. Menempati luas lahan 2.278 meter persegi, SDN Tegalrejo 01 lebih dekat dengan pusat keramaian di Kecamatan Mayang, seperti Kapolsek, Pasar Mayang, Kantor Camat dan Koramil. Tak heran sekolah ini menjadi salah satu sekolah incaran para orang tua murid tiap tahunnya.

Saat ini SDN Tegalrejo 01 memiliki 257 murid. Tiap kelas memiliki 2 rombel kecuali kelas V.

Kepala Sekolah Dasar Negeri Tegalrejo 01, Yuni Setyowatiningsih, S.Pd, menyebutkan, ia tidak ikut mengusulkan proposal bantuan saat itu. Ia dimutasi ke sana 1,5 bulan sebelum realisasi revitalisasi sekolah.

“Saya baru satu bulan setengah kemudian dapat informasi dapat revit, ya senang sekali,”ucap Yuni, sapaan Kepala Sekolah Dasar Negeri Tegalrejo 01, Selasa (13/10/2026).

Yuni tidak bisa menjelaskan secara detail kondisi sekolahnya itu. Tetapi menurut informasi dari guru-guru dan orang tua murid yang ia terima, banyak plafon dan asbes yang pecah dan bocor. Demikian pula di beberapa titik ada tembok yang retak. Yang lebih parah, toilet sudah tidak layak pakai.

Dana yang digelontorkan dalam program revitalisasi sekolah di SDN Tegalrejo 01 sebesar Rp1.111.970.384. Dana itu digunakan untuk merehab dan membangun gedung baru.

“Ada enam ruang kelas kita rehab, dua kamar mandi rehab, bangun satu kamar mandi baru. Untuk penataan lingkungan kita dapat pagar di belakang sekolah,” terang Yuni, yang dalam susunan P2SP sebagai Penanggung Jawab di Satuan Pendidikan setempat.

Selama proses pembongkaran, Yuni memutuskan proses belajar mengajar secara daring selama 4 hari. Kemudian memasuki masa pekerjaan murid-murid melakukan proses belajar mengajar di rumah masing-masing wali kelas, kecuali murid kelas VI. Hal itu atas ijin Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.

“Khusus kelas enam ada di sini karena guru kelasnya cuti melahirkan,”ujar Yuni.

Sehingga selama proses pembangunan hanya ada satu rombel yaitu salah satu kelas VI yang melakukan proses belajar mengajar di sekolah.

Yuni mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan daerah karena Satuan Pendidikan yang ia pimpin mendapat program revitalisasi sekolah.

“Kami berterima kasih kepada dinas pendidikan, Bupati Gus Fawait dan kementrian pendidikan dasar menengah yang memberikan program revit ini sehingga nantinya anak-anak dapat belajar dengan baik tanpa ada rasa takut dan kuatir sekolahnya ambruk,”ungkap Yuni.

Setelah pembangunan nanti selesai, Yuni berharap anak didiknya makin nyaman dalam belajar.

“Harapan kami hanya satu mas, ingin memajukan sekolah ini untuk lebih baik lagi,”tutup Yuni. (Sgt)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *