Jurnalmetropol.com, Blora – SD Negeri 4 Bleboh, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menyelenggarakan kegiatan membatik sebagai langkah menumbuhkan kecintaan siswa terhadap budaya lokal sejak usia dini.
Program tersebut melibatkan unsur sekolah, komite, narasumber, serta partisipasi aktif wali murid, dan berlangsung meriah di lingkungan sekolah.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Sekolah SD Negeri 4 Bleboh, Sumarsih, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan membatik merupakan upaya sekolah dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam proses pembelajaran.
“Kegiatan ini tidak hanya mengenalkan batik sebagai budaya tradisional, tetapi juga membekali siswa dengan nilai ketekunan, ketelitian, serta kecintaan terhadap budaya Indonesia,”kata Kepsek Sumarsih dalam pernyataannya, Senin (15/12).
“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang batik sebagai warisan budaya, tetapi juga dilatih untuk sabar, teliti, serta memiliki rasa bangga terhadap budaya bangsa,”jelas Sumarsih.
Ditempat yang sama, Ketua Komite SD Negeri 4 Bleboh, Muhammad Ahmad Triyono menyampaikan bahwa batik tidak hanya merupakan seni dan budaya, tetapi juga mengandung filosofi hidup dan nilai religius.
Ia juga menjelaskan bahwa batik dimaknai sebagai kitab, yakni pedoman hidup dan ajaran, sebagaimana kurikulum menjadi pedoman dalam pendidikan.
Menurutnya, pembelajaran batik sejak dini penting agar anak memahami jati diri, tujuan hidup, dan keyakinannya. “Program ini disepakati bersama oleh komite sekolah, paguyuban, dewan pendidikan, serta orang tua murid sebagai upaya menanamkan nilai akidah dan karakter sejak usia dini,”ujarnya.
Sementara itu, Angga wijananto selaku narasumber membatik menjelaskan bahwa siswa diperkenalkan pada tahapan dasar membatik, mulai dari pengenalan peralatan, pembuatan motif sederhana, hingga proses pewarnaan kain.
“Anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi. Meski masih tahap dasar, mereka cepat memahami dan berani mencoba,”kata Angga.
Salah satu wali murid, Iis, mengungkapkan rasa senangnya karena anaknya dapat mengikuti kegiatan membatik di sekolah. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat tambahan bagi perkembangan kreativitas dan wawasan budaya anak.
Dukungan juga disampaikan Kepala Dusun (Kasun) setempat, Sujito. Ia menilai kegiatan membatik di sekolah dapat menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena sejalan dengan upaya melestarikan budaya lokal. Harapannya, kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain,”pungkas Sujito.
Melalui program membatik ini, Siswa-siswi SD Negeri 4 Bleboh berharap dapat terus menghadirkan kegiatan edukatif yang kreatif dan berkarakter, sekaligus menumbuhkan rasa cinta budaya sejak usia sekolah dasar. (HAR)







