Jurnalmetropol, Babel – TNI AL Lanal Bangka Belitung kembali mencetak prestasi gemilang dalam menjaga kekayaan negara. Hal tersebut disampaikan Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI), Laksamana Madya Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M. saat konpers terkait keberhasilan Satgas Gabungan TNI Angkatan Laut dalam menggagalkan upaya penyelundupan pasir timah ilegal dari Belitung Timur menuju Malaysia.
Kegiatan tersebut yang dilaksanakan di Posal Mendanau Bangka Belitung, Rabu (19/8/2026).
Pengungkapan kasus berawal dari informasi intelijen yang ditindaklanjuti melalui operasi gabungan Lanal Babel bersama Satgassus Pusintellal Mabesal dan Satgassus Sintel Kodaeral III.
Dalam rangkaian pengembangan sejak 2 Agustus 2026, tim berhasil mengamankan sejumlah terduga pelaku serta menemukan pasir timah ilegal di beberapa lokasi penyimpanan.
Dari keseluruhan rangkaian kegiatan, TNI AL berhasil mengamankan ± 75,7 ton pasir timah ilegal dengan estimasi kerugian negara sekitar Rp76,04 miliar. Selanjutnya, proses hukum akan dilakukan melalui pendalaman dan koordinasi dengan instansi maupun penyidik yang berwenang.
Pihak Lanal Babel saat ini terus melakukan pendalaman untuk mengungkap aktor intelektual di balik sindikat ini. TNI AL telah bekerjasama dengan instansi terkait untuk menangani penyidikan ini.
TNI AL menegaskan komitmennya untuk tidak memberikan ruang bagi para pelaku kejahatan penyelundupan sumber daya alam yang merugikan rakyat dan negara, serta akan terus memperketat pengawasan di seluruh perairan yurisdiksi Indonesia.
Sumber: Dispenal







