Jurnalmetropol, Jakarta – TNI Angkatan Udara menguji kesiapan perencanaan, komando dan pengendalian, serta integrasi operasi udara dalam menghadapi karakter ancaman modern yang semakin kompleks dan multi-domain.
Upaya tersebut dilakukan melalui Gladi Posko Latihan Angkasa Yudha 2026 yang resmi dibuka oleh Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., di Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (22/6/2026).
Dalam keterangannya, Kasau menegaskan bahwa perkembangan lingkungan strategis global yang semakin dinamis, ditandai persaingan antarnegara, kemajuan teknologi militer, serta munculnya ancaman lintas domain, menuntut kesiapan pertahanan yang adaptif dan responsif.
“Karakter ancaman yang semakin multi-domain menuntut TNI Angkatan Udara memiliki kemampuan perencanaan, komando dan pengendalian, serta integrasi operasi udara yang efektif dan efisien,”tegas Kasau dalam pernyataannya.
Menurut Kasau, Gladi Posko merupakan tahapan penting untuk menguji kesiapan operasional sekaligus mengasah pola pikir operasional, meningkatkan kualitas perencanaan, serta mengimplementasikan Doktrin TNI AU Swa Bhuwana Paksa 2025 dalam proses komando dan pengendalian operasi udara.
Latihan Angkasa Yudha tahun ini mengadaptasi berbagai unsur operasi modern, termasuk simulasi pelibatan wahana udara nirawak (UAV) serta simulasi ancaman dan respons serangan siber. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan perencanaan dan pelaksanaan operasi udara tetap relevan dengan karakter operasi masa kini yang cepat, kompleks dan multi-domain.
Kasau juga berharap seluruh rangkaian latihan dilaksanakan secara realistis, objektif, dan profesional sehingga mampu memberikan gambaran kesiapan yang sesungguhnya serta menjadi dasar perbaikan berkelanjutan dalam meningkatkan kemampuan operasional TNI AU. (red)







