Bhakti TNI AL Kodaeral VI Lanal Palu Beri Bantuan kepada Warga Terdampak Gempa di Sulteng

MARITIM, RAGAM34 Views

Jurnalmetropol, Palu – Di bawah cahaya lampu sorot dan semangat yang tak pernah padam, Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Alam TNI AL Kodaeral VI Komando Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Palu turun langsung ke lapangan untuk memberikan bantuan nyata bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di wilayah Sulawesi Tengah, pada Rabu Malam (17/06/2026).

Guncangan gempa yang terjadi sebelumnya meninggalkan luka dan kerusakan nyata di sejumlah titik pemukiman. Beberapa rumah warga runtuh total, menyisakan puing-puing material yang menutup akses jalan sekaligus menjadi ancaman keselamatan jika tidak segera ditangani.

Terlihat, Personel Satgas tersebut melaksanakan pembersihan sisa bangunan rumah warga yang roboh akibat guncangan gempa, berlokasi di Desa Uenuni, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi Biromaru, Provinsi Sulawesi Tengah.

Tanpa menunggu perintah panjang atau menunggu siang hari tiba, Tim Satgas Penanggulangan Bencana Alam TNI AL Kodaeral VI Lanal Palu langsung bergerak masuk ke lokasi terjauh sekalipun, mengangkat puing bata, kayu dan besi dengan penuh kehati-hatian, sekaligus memastikan tidak ada barang berharga milik warga yang masih tertimbun di dalam reruntuhan.

Setelah memastikan pembersihan di pemukiman berjalan tertib dan aman, tim kemudian beralih menangani ancaman bahaya lain yang tak kalah mengkhawatirkan yaitu pagar bangunan Gereja Kebangunan Kalam Allah (GKKA) di wilayah yang sama miring parah akibat guncangan gempa.

Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya, karena struktur pagar sudah tidak stabil dan setiap saat bisa roboh menimpa rumah-rumah warga yang berada tepat di sebelahnya.

Tanpa membuang waktu, personel segera merobohkan pagar tembok tersebut dan memastikan pagar tersebut tidak lagi membahayakan keselamatan jiwa warga sekitar, baik yang beribadah maupun yang bertempat tinggal di sekitarnya.

Komandan Lanal (Danlanal) Palu Kolonel Marinir M. Ali Wardhana, S.E., M.Tr.Opsla., M.M., yang memantau langsung jalannya kegiatan di lapangan menyampaikan bahwa kehadiran TNI Angkatan Laut di tengah bencana adalah bagian tak terpisahkan dari tugas dan pengabdian prajurit kepada bangsa dan negara.

“Bagi TNI Angkatan Laut, tugas kami tidak hanya berhenti menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan. Lebih dari itu, kami adalah bagian dari masyarakat itu sendiri. Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, maka penderitaan mereka adalah penderitaan kami juga, dan kewajiban kami untuk hadir paling depan, paling cepat, dan bekerja sekuat tenaga untuk meringankan beban mereka,”ujar Danlanal Palu dalam pernyataannya.

“Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bergandengan tangan, karena kekuatan terbesar kita dalam bangkit dari bencana adalah persatuan dan gotong royong kita semua,”ungkapnya.

Sampai berita ini diturunkan, Tim Satgas Penanggulangan Bencana Alam TNI AL Kodaeral VI Lanal Palu masih terus bertugas di lapangan, memantau titik-titik kerusakan lain dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan warga.

Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja, ketertiban, serta kehati-hatian tinggi agar penanganan bencana berjalan efektif dan tidak menimbulkan risiko baru.

(Penkodaeralvi/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *