Jurnalmetropol.com, Jakarta – Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Danseskoal) Laksamana Muda TNI Ariantyo Condrowibowo diwakili Wadan Seskoal Laksamana Pertama TNI Dr. Ferry Supriady, S.T., M.M., M.Tr.Opsla., CIQaR. menghadiri acara peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam (SAW) 1447 H/2026 M.
Kegiatan tersebut diikuti Pejabat Utama Seskoal, serta Perwira, Bintara, Tamtama, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Seskoal.
Juga dihadiri Wakil Ketua Cabang Berdiri Sendiri Jalasenastri Seskoal Ny. Rinny Ferry Supriady beserta Pengurus.
Peringatan Isra Mi’raj tahun ini mengusung tema “Dengan Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah Membentuk Karakter Prajurit yang Prima Guna Menuju Indonesia Maju”.
Pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan di masjid Nurul Iman Seskoal, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Kamis (22/01/2026).
Dalam sambutannya, Danseskoal yang diwakili oleh Wadan Seskoal menyampaikan bahwa Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW memiliki makna penting bagi kita selaku warga Seskoal sebagai momen untuk koreksi diri dengan meningkatkan dan mengamalkan nilai-nilai ibadah shalat dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, peringatan Isra Mi’raj bertujuan untuk meningkatkan iman dan Islam, serta menambah ilmu pengetahuan dan teknologi dalam melaksanakan tugas-tugas ke depan, dengan menerapkan nilai-nilai shalat utamanya menerapkan disiplin dan menepati waktu guna mewujudkan Seskoal sebagai Center of Excellence on Naval and Maritime Science.
Dalam ceramahnya, Ustadz Letkol Laut (KH) Dr. Sri Depranoto, S.Ag., S.H., M.Pd. mengajak seluruh hadirin untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, seperti kejujuran, amanah, kesabaran dan kepemimpinan yang penuh kasih sayang.
Menurut Ustadz, nilai-nilai peristiwa Isra Mi’raj masih sangat relevan dalam membentuk personel militer dan ASN yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.
Ustadz Letkol Laut (KH) Dr. Sri Depranoto juga mengatakan bahwa Isra merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari masjidil Haram di Makkah menuju ke masjidil Aqsa di Yerusalem. Sedangkan Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari masjidil Aqsa menuju Sidratul Munthaha yang berada di langit ketujuh untuk menerima perintah shalat lima waktu. (red)







