Foto bersama usai seremoni pembukaan Sosialisasi dan Diseminasi PKBN di Hotel Aston Jember bersama Dirjen Pothan Kemenhan RI (foto: Sigit/Jurnalmetropol.com)
Jurnalmetropol.com, Jember – Kementrian Pertahanan RI melalui Dirjen Potensi Pertahanan memilih Jember menjadi salah satu lokasi kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara Lingkup Pekerja.
Kemenhan bekerja sama dengan Pemkab Jember, melalui Bakesbangpol, mengundang para pekerja, baik Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), instansi vertikal, karyawan BUMN, BUMD di Jember.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Sapphire Ballroom Hotel Aston Jember, Jawa Timur, Rabu (20/8/2025).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Jember dalam sambutannya yang dibacakan oleh Ketua DPRD Abdul Halim, sebab Bupati Fawait tidak bisa hadir karena sedang tugas luar.
Abdul Halim, Ketua DPRD, dan sekaligus ketua fraksi Gerindra Kabupaten Jember itu, membaca tulisan Gus Fawait. Pemerintah Daerah Kabupaten Jember berterima kasih atas terpilihnya Jember sebagai tempat terselenggaranya Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara Lingkup Pekerja.
Dikatakan oleh Gus Fawait, bela negara bukan bicara soal angkat senjata tapi sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan UUD 45 dan Pancasila.
Wujud bela negara dapat diimplikasikan konkret dalam memberikan pelayanan publik yang prima, bersih, bebas korupsi dan nepotisme. “Ini juga berarti bekerja dengan integritas, profesionalisme dan penuh dedikasi demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,”papar Gus Fawait.
Bagi instansi vertikal, BUMN dan sektor swasta, bela negara berarti kepatutan kepada hukum, kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, serta turut menjaga stabilitas sosial dan keamanan lingkungan. Mengembangkan usaha dengan mengedepankan etika menjaga lingkungan, kontribusi kepada kemajuan Jember.
Bupati Fawait mengingatkan bahwa letak demografis dan geografis yang strategis sekaligus kerawanan. Kondisi ini membawa peluang besar sekaligus potensi ancaman dari sisi keamanan, ekonomi, sosial, dan budaya. Itu juga berarti bisa memunculkan konflik sosial jika persatuan tidak dipelihara. Oleh karena itu penguatan kesadaran bela negara sangat penting.
Dikesempatan yang sama, Direktur Bela Negara Brigjen TNI Eko Sunarto, membacakan sambutan Dirjen Pothan Kemenhan Laksamana Muda TNI Sri Yanto.

Dikatakannya, sosialisasi dan diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara Lingkup Pekerja ini dalam rangka pembentukan sikap dan karakter bangsa. Kegiatan ini juga tidak terpisahkan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo.
“Kegiatan ini bertujuan untuk membangun dan menanamkan sikap mental dan perilaku warga negara untuk senantiasa cinta kepada tanah air, memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara serta memiliki kemampuan awal bela negara,”ucap Brigjen TNI G Eko Sunarto.
Dalam jumpa pers, Jenderal Bintang satu itu berharap seluruh peserta dapat menjadi role model dan agen perubahan tentang kesadaran bela negara ke masyarakat sekitar.
Sosialisasi dan diseminasi tersebut berlangsung sehari saja. Ke depan Dirjen Pothan Kemenhan RI akan menggelar kegiatan serupa untuk elemen masyarakat lainnya.
“Untuk Jember ini baru pertama kali kami adakan. Mungkin nanti kita akan hadirkan ormas, tokoh agama, tokoh adat dan lainnya,”ucap Brigjen TNI G Eko Sunarto diakhir kesempatan tersebut. (Sgt)







