Jurnalmetropol.com, Blora – Sosialisasi produk SH Juwara Cafe kopi kesehatan dan produk perawatan gigi dari odol Greenzhe digelar di rumah Hariyani bersama Prasetyo, wilayah Kauman, Blora, pada Minggu kemarin.
Kegiatan tersebut dihadiri Manager Alam dari Solo, Gunadi dari Tuban, serta sejumlah mitra dan warga dari berbagai daerah, termasuk Cepu, Jatirogo dan Blora.
Dalam sambutannya, Manager Alam menjelaskan bahwa produk kopi kesehatan tersebut telah melalui proses riset selama empat tahun.
Ia juga menyebutkan bahwa produk tersebut telah berkembang di Denmark dan dikenal luas hingga ke Tiongkok, yang menurutnya memiliki sejarah panjang penggunaan ramuan kesehatan tradisional.
“Produk kopi kesehatan ini sebenarnya sudah masuk ke Indonesia sejak tahun 2021 dan telah melalui berbagai proses. Namun, pengembangannya belum maksimal karena keterbatasan jaringan distribusi. Dengan sistem yang telah disiapkan perusahaan, kami melihat potensi yang sangat besar,”ujar Alam dalam pernyataannya.
Ia menambahkan, timnya akan mengembangkan sistem pemasaran berbasis jaringan (network marketing) dengan pendekatan yang lebih terstruktur.
Menurutnya, peluang pengembangan masih sangat luas, terutama karena masih banyak wilayah yang belum tersentuh pemasaran produk tersebut.
“Dengan sistem yang sudah tersedia, peluang usaha ini terbuka lebar, terutama bagi masyarakat yang ingin menambah penghasilan. Kami ingin mengembangkan kemitraan yang saling menguntungkan,”jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, beberapa peserta juga menyampaikan testimoni pribadi. Gunadi, peserta asal Tuban, mengaku merasakan perubahan setelah rutin mengonsumsi kopi kesehatan selama dua bulan.
“Saya merasakan kondisi lutut membaik dan tekanan darah lebih stabil. Aktivitas ibadah dan kegiatan sehari-hari juga menjadi lebih lancar,”ungkapnya.
Hal senada disampaikan Siska, warga Tuban, yang mengaku merasakan peningkatan kebugaran setelah mengonsumsi produk tersebut.
“Sebelumnya saya mudah lelah, namun sekarang badan terasa lebih ringan dan bisa beraktivitas bersama keluarga,”katanya.
Selain kopi kesehatan, turut diperkenalkan produk pasta gigi Greenzhe dari bahan baku Ganoderma dalam produk Shuwanghor bisa bikin segar dimulut, gigi, bahkan bisa buat luka karena jatuh, alergi, panu, kurap, luka bakar, sakit mata dan masih banyak yang lainnya. Dan keajaibannya luka sembuh tanpa meninggalkan bekas luka.
Prodak Shuwanghor sudah dipercaya sejak 38 tahun yang lalu dari mulai berdirinya perusahaan, dan sekarang sudah berkembang di tujuh negara. Shuwanghor Cofe Juwara mulai masuk di Indonesia sejak tahun 2021.
Menurut sejarah Cina, ling zhi ditemukan oleh seorang petani bernama Shen Nong, dan dicatat dalam bukunya, Shen Nong Herbal Classic.
Ia dijuluki sebagai petani yang suci (holyfarmer). Seng Nong menyatakan, kriteria unggul nilai atau manfaat dari sebuah tanaman obat adalah bila dikonsumsi dalam jangka waktu lama tidak menimbulkan efek samping.
Pada zaman Dinasti Shu, sekitar 2400 tahun lalu, ling zhi hanya dikonsumsi untuk pengobatan para maharaja dan bangsawan di negeri Cina. Pada masa itu, ling zhi masih langka.
Sejak tahun 1971, seorang peneliti dari Universitas Kyoto, Jepang, bernama Yukio Naoi mulai membudidayakan ling zhi.
Sementara itu, Hariani selaku tuan rumah menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tamu dan mitra yang hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Vis Manager Alam dan seluruh rekan dari berbagai daerah. Semoga produk ini dapat memberikan manfaat dan membuka peluang usaha bagi masyarakat,”ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai produk kopi kesehatan sekaligus membuka peluang kemitraan usaha bagi warga yang berminat mengembangkan jaringan pemasaran di wilayah Blora dan sekitarnya. (HAR)













