Wilson Lalengke: “Londo Ireng” Bukan Jurnalis atau LSM, Tapi Penguasa yang Menindas Rakyat

NASIONAL, POLITIK24 Views

Jurnalmetropol, Jakarta – Pernyataan Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, kembali menjadi sorotan publik setelah menanggapi istilah “Londo Ireng” yang dikaitkan dengan jurnalis dan LSM. Menurutnya, secara historis istilah tersebut tidak tepat ditujukan kepada insan pers maupun aktivis masyarakat sipil.

Dalam keterangannya, Wilson menegaskan bahwa jurnalis dan LSM merupakan bagian dari pilar kontrol sosial yang memiliki tugas menyampaikan informasi, mengawasi jalannya pemerintahan, serta memperjuangkan keadilan dan kepentingan masyarakat.

“Kritik yang disampaikan oleh pers merupakan bagian dari fungsi demokrasi yang dijamin oleh konstitusi, bukan bentuk permusuhan terhadap negara,”jelas Wilson dalam pernyataannya yang dikutip media ini.

Dalam pandangannya, istilah “Londo Ireng” lebih tepat ditujukan kepada pihak-pihak yang menggunakan kekuasaan untuk menindas rakyat, menyalahgunakan wewenang, atau membungkam suara masyarakat.

Oleh karena itu, Wilson mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghormati peran pers dan organisasi masyarakat sipil sebagai mitra dalam membangun pemerintahan yang transparan, bersih dan bertanggung jawab.

Menurut Wilson, kebebasan pers merupakan salah satu fondasi utama demokrasi. Wartawan bekerja untuk kepentingan publik dengan menyampaikan fakta, melakukan kontrol sosial, serta menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Kritik yang disampaikan secara profesional seharusnya dipandang sebagai masukan demi perbaikan, bukan ancaman. *(red)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *