Gus Ali: Dapur MBG Harus jadi Ruang Amanah, Variatif dan Bergizi untuk Masyarakat

DAERAH223 Views

Jurnalmetropol.com, Blora – Ketua Yayasan As Sanusiyyah, Subhan Ali atau akrab disapa Gus Ali, menegaskan komitmennya dalam ikut serta menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pengelolaan dapur yang berorientasi pada mutu, transparansi dan pelayanan terhadap penerima manfaat.

Dalam penyampaiannya kepada media, Gus Ali mengawali dengan rasa syukur atas kesempatan yayasannya bisa berperan dalam program nasional tersebut.

Menurutnya, keterlibatan dapur MBG Banjarejo 4 miliknya berawal dari dorongan untuk membantu percepatan pelaksanaan MBG yang sempat mengalami keterlambatan khususnya di Kecamatan Banjarejo.

“Berangkat dari kesadaran bersama, kami ingin ambil bagian dalam mensukseskan program pemerintah terkait makanan bergizi gratis. Awalnya memang ada keterlambatan eksekusi program, dan dari situ kami merasa harus ikut turun langsung,”ujar Gus Ali dalam pernyataannya, Sabtu (27/12).

Dapur As Sanusiyyah Banjarejo 4 mulai beroperasi pada 3 Oktober 2025, meski dengan proses berjalan bertahap. Namun ia menegaskan bahwa seluruh standar operasional program (SOP) terus dipenuhi, termasuk ketersediaan peralatan, tenaga teknis, chef, hingga ahli gizi.

“Alhamdulillah semua sudah lengkap. Ahli gizi dari Semarang bahkan standby 24 jam untuk memantau proses mulai dari persiapan, memasak hingga distribusi. Chef kami pun alumni universitas di Jogja yang inovatif dalam olahan menu,”jelasnya.

Masyarakat Puas, Banyak yang Ingin Beralih

Gus Ali menyebut antusiasme penerima manfaat sangat tinggi. Banyak pihak merasa puas dengan menu yang disajikan—lebih variatif, menarik, dan bergizi.

“Tidak hanya satu dua, bahkan puluhan sampai ratusan penerima ingin pindah ke dapur kami. Namun kami sadar semua sudah ada regulasi korwil dan korcam agar tidak terjadi monopoli dapur,”paparnya.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama bukan persaingan antar dapur, melainkan gotong royong dalam memperbaiki sistem pelaksanaan MBG.

Menepis Isu Negatif soal MBG

Gus Ali turut menanggapi isu yang berkembang di beberapa wilayah mengenai anggapan bahwa dapur MBG menjadi sarana mencari keuntungan pihak tertentu.

“Menurut kami tidak seperti itu. Semua tergantung niat dan kesadaran masing-masing. Jika program ini dijalankan dengan benar, semua pihak akan merasakan manfaat—baik pengelola maupun penerima,”tegasnya.

Ia menutup dengan harapan besar agar seluruh dapur di Kabupaten Blora khususnya di Kecamatan Banjarejo dapat terus memperbaiki diri dan mengemban amanah dengan benar. Penerima menerima haknya tanpa terzolimi.

“Mari kita bersama-sama menata, menjalankan amanah ini dengan baik. Jika dapur bekerja dengan jujur dan penerima menerima haknya, masyarakat pasti memberi dukungan positif,”pungkasnya. (HAR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *